Jarang banget mau nonton film Indonesia, tapi ya katanya sih bagus, jadi deh nonton. Ini copasan sinopsis dari app cinema 21.
"My Idiot Brother" diangkat dari novel karya Agnes
Davonar yang berjudul sama. Film ini mengisahkan Angel
(Adila Fitri) seorang gadis remaja berusia 15 tahun yang
tidak pernah bisa menerima keadaan kakaknya Hendra (Ali
Mensan) yang terlahir dengan keterbelakangan mental.
Walaupun Angel begitu malu dan membencinya, Hendra tidak
pernah bersedih hati. Hendra menjadi anak yang
berkebutuhan khusus akibat sakit yang di derita waktu
kecil. Walaupun demikian Ia tetap setia memberikan kasih
sayang seorang kakak kepada adiknya.
Karena memiliki kakak yang mengalami keterbelakangan
mental, Angel sering diejek oleh teman-temannya 'si
idiot'. Salah seorang gadis di sekolahnya bernama Agnes
(Kimberly Ryder) sangat membenci Angel karena dianggap
sebagai ancaman untuk mendapatkan hati Aji (Aaron
Ashab). Kehidupan Hendra dengan dunianya sendiri namun
tetap menyayangi adiknya. Suatu hari, Aji akan
mengadakan pesta ulang tahunnya dengan mengundang semua
teman-temannya. Agnes dan Angel bersaing untuk menjadi
ratu dalam acara pesta tersebut. Sayangnya pesta itu
berakhir ricuh karena kehadiran Hendra yang membuat
Angel begitu malu, padahal kedatangan kakaknya yang
penuh perjualangan sebenarnya hanya bermaksud untuk
mengantarkan kado yang tertinggal. Angel yang lari dari
pesta karena rasa malu mengalami kecelakaan. Kecelakaan
ini menyebabkan tak ada seorang pun yang mampu
menyelamatkan dirinya selain Hendra. Demi cintanya
kepada sang adik, Hendra rela mengorbankan apapun untuk
Angel.
Dari film ini aku belajar sesuatu, bersyukur. Dari segala hal yang aku lalui bersama kakak-kakakku, aku tau kadang aku membenci mereka. Tapi apa harus? Kadang aku malu, bukan untuk keterbatasan, mereka normal. Bagaimana menurutmu, bagaimana pandanganmu? Orang lain menertawakanku, bahkan teman-temanku berbisik ria.
Sekarang aku tau, setiap dalam keluarga, dalam hubungan saudara, punya problema sendiri. Apa yang harus aku lakukan? Bersyukur. Patutkah aku membenci? Tidak. Mereka menyayangiku.
Dear, kakak.
Aku tau, aku tak kan bisa ungkapkan ini.
Bolehkah aku jujur?
Dulu aku membenci kebodohanmu.
Dulu aku tak mengerti, mengapa bisa?
Dulu aku terlalu bingung untuk memahaminya.
Dari apa yang aku pahami, kalian adalah kakakku, temanku semasa kecil.
Aku sadar, tak ada yang patut ku benci.
Ini warna hidup. Right?
Apapun warna, bentuk, karakter,dsb.
Aku menyayangi kalian, terima kasih sudah memberi pelajaran hidup yang secara tidak langsung kalian ajarkan.
Ayo, kita berjalan ke masa depan cerah bersama, bergandengan tangan dalam satu darah, kak.
Yogyakarta, 6 Oktober 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar