Senin, 06 Oktober 2014

Apa yang bisa ku pahami

Hari ini aku dengan teman-temanku nonton sepulang sekolah. Sekitaran jam satu udah nyampe di amplaz (Ambarukmo Plaza). Pokoknya dilewati ketinggalan dompet, debat dsb akhirnya kita bisa duduk manis di dalam studio 3 di 21 amplaz. Tau kita nonton apa? My idiot brother.
Jarang banget mau nonton film Indonesia, tapi ya katanya sih bagus, jadi deh nonton. Ini copasan sinopsis dari app cinema 21.

"My Idiot Brother" diangkat dari novel karya Agnes 
Davonar yang berjudul sama. Film ini mengisahkan Angel 
(Adila Fitri) seorang gadis remaja berusia 15 tahun yang 
tidak pernah bisa menerima keadaan kakaknya Hendra (Ali 
Mensan) yang terlahir dengan keterbelakangan mental. 
Walaupun Angel begitu malu dan membencinya, Hendra tidak 
pernah bersedih hati. Hendra menjadi anak yang 
berkebutuhan khusus akibat sakit yang di derita waktu 
kecil. Walaupun demikian Ia tetap setia memberikan kasih 
sayang seorang kakak kepada adiknya.

Karena memiliki kakak yang mengalami keterbelakangan 
mental, Angel sering diejek oleh teman-temannya 'si 
idiot'. Salah seorang gadis di sekolahnya bernama Agnes 
(Kimberly Ryder) sangat membenci Angel karena dianggap 
sebagai ancaman untuk mendapatkan hati Aji (Aaron 
Ashab). Kehidupan Hendra dengan dunianya sendiri namun 
tetap menyayangi adiknya. Suatu hari, Aji akan 
mengadakan pesta ulang tahunnya dengan mengundang semua 
teman-temannya. Agnes dan Angel bersaing untuk menjadi 
ratu dalam acara pesta tersebut. Sayangnya pesta itu 
berakhir ricuh karena kehadiran Hendra yang membuat 
Angel begitu malu, padahal kedatangan kakaknya yang 
penuh perjualangan sebenarnya hanya bermaksud untuk 
mengantarkan kado yang tertinggal. Angel yang lari dari 
pesta karena rasa malu mengalami kecelakaan. Kecelakaan 
ini menyebabkan tak ada seorang pun yang mampu 
menyelamatkan dirinya selain Hendra. Demi cintanya 
kepada sang adik, Hendra rela mengorbankan apapun untuk 
Angel.

Dari film ini aku belajar sesuatu, bersyukur. Dari segala hal yang aku lalui bersama kakak-kakakku, aku tau kadang aku membenci mereka. Tapi apa harus? Kadang aku malu, bukan untuk keterbatasan, mereka normal. Bagaimana menurutmu, bagaimana pandanganmu? Orang lain menertawakanku, bahkan teman-temanku berbisik ria.
Sekarang aku tau, setiap dalam keluarga, dalam hubungan saudara, punya problema sendiri. Apa yang harus aku lakukan? Bersyukur. Patutkah aku membenci? Tidak. Mereka menyayangiku.

Dear, kakak.
Aku tau, aku tak kan bisa ungkapkan ini.
Bolehkah aku jujur?
Dulu aku membenci kebodohanmu.
Dulu aku tak mengerti, mengapa bisa?
Dulu aku terlalu bingung untuk memahaminya.
Dari apa yang aku pahami, kalian adalah kakakku, temanku semasa kecil.
Aku sadar, tak ada yang patut ku benci.
Ini warna hidup. Right?
Apapun warna, bentuk, karakter,dsb.
Aku menyayangi kalian, terima kasih sudah memberi pelajaran hidup yang secara tidak langsung kalian ajarkan.
Ayo, kita berjalan ke masa depan cerah bersama, bergandengan tangan dalam satu darah, kak.

                   Yogyakarta, 6 Oktober 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar